Formula Exquise Rancang Komunikasi Bermakna Lewat Hampers Premium

Berfokus pada premium-gifting, bagaimana Exquise melihat hampers bukan hanya soal kemasan yang cantik dengan isian lezat, tetapi juga kesempatan bagi brand untuk membentuk cerita yang bermakna.

Di dunia bisnis, hampers bukan sekadar hadiah, tetapi juga bentuk perhatian dan apresiasi. Namun, menurut Andrye Setiawan, founder Exquise Patisserie, banyak hampers untuk C-level executives kurang terasa spesial, terutama dari segi tampilan. Berangkat dari pemikiran ini, Exquise Patisserie sejak awal berfokus pada niche premium gifting, khususnya bagi high-priority clients seperti perbankan dan venture capital firms.

Pernah di Posisi Para Pelanggan sebagai Bankir

Latar belakang Andrye cukup unik. Meski menempuh pendidikan di bidang perhotelan, ia justru menghabiskan 12 tahun di dunia perbankan, tepatnya di divisi wealth management.

Ide Exquise Patisserie muncul pada 2004 saat ia bekerja di bank Inggris di Jakarta. Kebiasaan memberikan hadiah kue kepada nasabah prioritas menginspirasinya untuk menciptakan toko kue yang berfokus pada premium gifting. Sambil tetap bekerja di bank, ia mulai merintis Exquise pada 2014 dan mendapat respons positif, meskipun awalnya hanya berjualan online. Seiring pertumbuhan bisnis, pada 2015 Exquise membuka gerai pertamanya di Menteng, Jl. HOS Cokroaminoto 42 A.

Lebih dari Sekadar Hampers, Sebuah Kisah di Baliknya

Setiap tahun, Exquise melihat peluang di berbagai musim perayaan seperti Natal, Imlek, dan Ramadan. Andrye dan tim melihat hampers dari kacamata yang berbeda: Hampers bukan hanya soal kemasan yang cantik dengan isian lezat, tetapi juga kesempatan bagi brand untuk membentuk cerita yang bermakna. "Banyak yang hanya membuat hampers tanpa makna, padahal momen perayaan bisa lebih berarti jika dikemas dengan konsep yang mendalam," ujar Eric, selaku Business Development & Marketing Manager dari Exquise.

Untuk Ramadan tahun ini, Exquise berkolaborasi dengan desainer mode ternama Albert Yanuar. Jika sebelumnya Exquise kerap bekerja sama dengan ilustrator, kali ini Exquise  mengeksplorasi dunia fashion untuk memperkaya desain hampers. Albert Yanuar dipilih sebagai kolaborator karena desainnya yang dirasa cocok untuk dituangkan di hampers Exquise. Koleksi hampers Ramadan kali ini mengusung elemen khas Indonesia seperti motif Batik Kawung, bunga anggrek, serta akar anggrek—semuanya dirancang dengan filosofi mendalam. Selain itu, untuk menekankan konsep Ramadan yang lebih kuat, bentuk oktagon dan hexagonal dalam desain hampers melambangkan konsep delapan pintu surga dalam budaya Islam. 

Persiapan Berbulan-Bulan untuk Perpaduan Rasa dan Warisan Budaya

Keunikan hampers Exquise tidak hanya terletak pada desainnya, tetapi juga dalam pemilihan bahan baku yang menggambarkan kekayaan cita rasa Indonesia. Salah satu inovasi mereka adalah penggunaan cokelat Maluku yang dipadukan dengan garam Maluku pada koleksi hampers sebelumnya. Awalnya, Exquise menggunakan cokelat Belgia, tetapi banyak pelanggan yang tertarik dengan karakteristik khas dari cokelat Nusantara ini. Dengan filosofi yang sama, mereka memilih Albert Yanuar sebagai desainer untuk hampers tahun ini, karena kesamaannya dalam mengangkat budaya Indonesia melalui desain.

Merancang hampers eksklusif bukan pekerjaan yang instan. Persiapan hampers Lebaran 2024 sudah dimulai sejak Juli-Agustus 2023, sekitar 6-9 bulan sebelum hari H. Produksi kotak hampers memerlukan waktu lama karena jumlahnya yang mencapai belasan ribu. Proses R&D berjalan bersamaan dengan pengembangan desain agar semua elemen selaras dalam satu konsep.

Tahun ini, produksi hampers Exquise meningkat sekitar 30-40% dibanding tahun lalu. Salah satu pesanan terbesar datang dari sebuah bank prioritas besar di Indonesia, yang memesan 6.000 hampers untuk nasabahnya di seluruh negeri. Pesanan dengan jumlah banyak tentu hadir dengan tantangan. Produksi dilakukan dalam waktu kurang dari dua bulan—sebuah rekor baru yang tercatat dalam sejarah Exquise, mengingat biasanya persiapan hampers memakan waktu lebih panjang. “Untuk memenuhi permintaan, dapur Exquise kini beroperasi 24 jam penuh, berbeda dengan sebelumnya yang hanya dari pukul 05.00 pagi hingga 22.00 malam” tambah Eric yang menegaskan komitmen Exquise untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan. 

Dinamika Pasar: B2B vs. Retail dan Tantangannya

Sebagai bisnis yang melayani baik B2B maupun retail, Exquise harus menyesuaikan strategi mereka. Di luar hampers, untuk klien B2B, Exquise memasok produk ke hotel dan jaringan coffee chain yang biasanya membutuhkan lebih dari satu vendor agar ada backup supplier. Selain hampers, mereka juga menyuplai cookies dan croissant.

Sementara itu, di segmen retail, kebiasaan pelanggan menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang baru membeli hampers mendekati hari raya, kisarannya diantara H-3 hingga H-7. Akibatnya, sistem DP diterapkan untuk mengamankan pesanan. Namun, tidak jarang ada pelanggan yang membatalkan pesanan setelah melakukan DP, yang menambah kompleksitas operasional.

Pengiriman hampers ke penerima prioritas juga bukan hal yang mudah. “Banyak C-level executives yang sudah liburan atau cuti saat hampers dikirim, sementara security kantor menolak menerima paket. Akibatnya, hampers harus dikirim ulang lebih dari sekali, yang tentunya menjadi tantangan logistik tersendiri” tambah Eric. 

Dengan segala tantangan dan inovasinya, Exquise Patisserie terus membuktikan diri sebagai salah satu yang terdepan dalam industri premium gifting di Indonesia. Menghadirkan hampers yang bukan hanya indah dan lezat, tetapi juga bermakna dan berakar pada budaya Indonesia, sehingga harapannya, setiap hadiah menjadi pengalaman istimewa yang tak terlupakan.

Sharima Umaya

Sharima Umaya adalah Head of Business Partnerships & Editorial Strategist di Feastin’. Senang menulis makanan dari kacamata berbeda, ia selalu memulai hari dengan iced latte & tak pernah bisa menolak kelezatan hidangan Jepang.

Next
Next

Keuken Sajikan Perspektif Spiritual Makanan Lewat Food in The Quran